Contoh PTK Matematika SMP Kelas 7

Contoh Penelitian Tindakan Kelas Matematika SMP

Salam hangat bagi pengunjung setia blog Kumpulan Contoh PTK. Pada kesempatan yang berbahagia ini kami akan berbagi posting tentang "Contoh PTK Matematika SMP Kelas 7", untuk lebih lengkapnya silakan sobat membaca atau melihat-lihat posting terdahulu yang membahas tentang "Contoh Judul PTK Penjaskes SMA".

Contoh PTK Matematika SMP Kelas 7, Contoh PTK Matematika SMP Kelas VII

Berikut ini adalah kutipan pendahuluan Penelitian Tindakan Kelas mata pelajaran Matematika jenjang SMP yang disusun oleh Ni Nyoman Parwati (Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNDIKSHA), semoga bisa memberikan sedikit gambaran dan tambahan referensi, khususnya bagi para sobat pengunjung blog Kumpulan Contoh PTK yang sedang sibuk menyusun PTK.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PENALARAN DAN PEMECAHAN-MASALAH-TERBUKA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 SINGARAJA

Ni Nyoman Parwati
Jurusan Pendidikan Matematika
Fakultas MIPA, Universitas Pendidikan Ganesha

Berdasarkan hasil refleksi awal diketahui, ada beberapa permasalahan yang terjadi di SMP Negeri 2 Singaraja, yaitu (1) selama ini pelaksanaan pembelajaran Matematika di kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja, masih didominasi oleh guru. Hal ini tidak sesuai dengan tujuan dari KBK yang menghendaki sistem pembelajaran berpusatkan pada siswa (student center), (2) pembelajaran Matematika belum berlangsung secara bermakna, karena guru terlalu banyak memberikan bimbingan. Dengan demikian siswa belum terbiasa untuk belajar secara mandiri, (3) dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, siswa cenderung bersikap pasif. Mereka menerima apa yang disampaikan guru dan melakukan apa yang diminta oleh guru, (4) kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru belum menekankan keterampilan siswa untuk melakukan komunikasi matematik sehingga siswa belum mampu mengungkapkan ide-idenya, baik secara lisan maupun tulis, dan (5) kemampuan penalaran siswa belum berkembang karena dalam kegiatan pembelajaran lebih banyak dibahas masalah (soal-soal) yang sifatnya rutin atau masalah-masalah tertutup (close problems) yang hanya mempunyai satu jawaban yang benar atau soal-soal yang sudah jelas langkah penyelesaiannya. Berdasarkan masalah yang ditemukan ini, dilakukan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran penalaran dan pemecahan-masalah-terbuka.

Model pembelajaran penalaran dan pemecahan-masalah-terbuka dilaksanakan melalui sistem belajar berkelompok sehingga terjadi komunikasi antara siswa dan siswa, siswa dan guru sehingga bimbingan yang dilakukan oleh guru hanya pada saat-saat yang diperlukan saja. Dominasi guru dalam kegiatan pembelajaran bisa dikurangi dan siswa berusaha belajar dengan menemukan konsep/materi pelajaran secara mandiri. Komunikasi matematik siswa, baik tertulis maupun lisan dilatih melalui pengerjaan LKS yang memuat masalah-masalah terbuka. Penalaran siswa dikembangkan melalui penyelesaian masalah-masalah terbuka karena masalah yang disajikan menuntut siswa untuk mau mencari jawaban dari suatu permasalahan dengan berbagai cara dan memberikan argumentasi pada setiap langkah yang dikerjakan. Aktivitas belajar siswa berkembang karena materi yang dipelajari harus mereka temukan sendiri melalui kegiatan diskusi. Semua kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan tersebut sesuai dengan fase-fase dari pembelajaran penalaran dan pemecahan-masalah-terbuka. Dengan demikian, maka permasalahan-permasalahan yang dijumpai selama ini diharapkan dapat dikurangi sehingga akan bermuara pada hasil belajar siswa yang lebih baik dan lebih berkualitas. Penelitian ini difokuskan pada peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematik siswa.

Model pembelajaran ini menekankan pada kemampuan siswa untuk melakukan penalaran, pemecahan masalah, dan komunikasi. Melalui kegiatan pemecahan masalah, siswa akan berlatih untuk mengembangkan kemampuan penalaran dan komunikasi matematik. Kemampuan penalaran dan komunikasi matematik akan dilatihkan dalam fase-fase yang telah ditentukan, yaitu: “Read and Think, Explore and Plan, Select a Strategi, Find an Answer, dan Reflect and Extend” (Krulik & Rudnick, 1996: 4). Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, guru bersama peneliti menyiapkan LKS yang memuat masalah-masalah terbuka (open-ended problem) yang diberikan ke siswa sebagai bahan untuk berdiskusi. Open-ended problem adalah masalah-masalah yang diformulasikan mempunyai lebih dari satu jawaban yang benar atau masalah-masalah yang belum komplit (Shigeru Shimada, 1997). Sebagai contoh ‘open-ended problem’ dalam membahas materi tentang Operasi Bilangan Bulat, siswa diberikan permasalahan sebagai berikut. ”Diberikan lima buah bilangan, yaitu 5, 6, 7, 8, 9. Dari lima buah bilangan tersebut, cobalah disusun beberapa pasangan bilangan yang terdiri dari tiga angka, sehingga jika pasangan bilangan yang kalian susun tersebut dikurangkan akan menghasilkan bilangan yang nilainya kurang dari 100. Lanjutkanlah membuat pasangan-pasangan bilangan yang lain”. Berdasarkan permasalahan yang diberikan ini, siswa mencoba melakukan eksperimen dengan mencoba membuat pasangan-pasangan bilangan sesuai dengan yang diinstruksikan dalam soal. Akan didapat banyak jawaban yang benar dari masing-masing siswa dan mereka bisa saling mengoreksi dengan temannya. Bahkan mungkin muncul konsep bilangan negatif, atau temuan-temuan lain yang tidak terduga.

Dengan menerapkan model pembelajaran ini, siswa merasa tertantang untuk terlibat aktif dalam memecahkan masalah-masalah yang diberikan karena melalui pemecahan masalah itulah mereka memperoleh konsep-konsep Matematika yang diajarkan. Melalui penerapan model pembelajaran ini, kreativitas berpikir siswa berkembang karena mereka dituntut untuk melakukan ekperimen-eksperimen sesuai dengan pengetahuan mereka masing-masing. Dengan demikian, siswa terbiasa melakukan penalaran dan terlatih untuk bisa melakukan komunikasi matematik. Semua ini sangat bermanfaat dalam belajar Matematika selanjutnya maupun dalam kehidupan mereka ketika terjun di masyarakat, baik sebagai anggota keluarga maupun warganegara.

Tujuan penelitian ini secara umum adalah meningkatkan kompetensi penalaran dan komunikasi matematik siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja melalui implementasi model pembelajaran penalaran dan pemecahan-masalah-terbuka. Secara eksplisit tujuan penelitian ini adalah (1) meningkatkan kualitas kompetensi penalaran siswa dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran penalaran dan pemecahan-masalah-terbuka, (2) meningkatkan kualitas kompetensi komunikasi matematik siswa dalam pembelajaran menggunakan model penalaran dan pemecahan-masalah-terbuka, (3) meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran menggunakan  model pembelajaran penalaran dan pemecahan-masalah-terbuka, (4) meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran menggunakan  model penalaran dan pemecahan-masalah-terbuka, (5) mendeskripsikan tanggapan guru dan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran menggunakan model penalaran dan pemecahan-masalah-terbuka, (6) mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan  model penalaran dan pemecahan-masalah-terbuka, dan (7) mendeskripsikan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menangani masalah-masalah yang dihadapi dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan model penalaran dan pemecahan-masalah-terbuka.

Manfaat yang diperoleh melalui pelaksanaan penelitian ini adalah (1) memberikan pengalaman kepada guru tentang cara menyusun RP menggunakan model pembelajaran penalaran dan pemecahan-masalah-terbuka, sehingga guru mempunyai kesiapan untuk melaksanakan model ini dalam pembelajaran selanjutnya, (2) memberikan pengalaman langsung kepada guru tentang prosedur pembelajaran menggunakan model pembelajaran penalaran dan pemecahan-masalah-terbuka, sehingga guru mempunyai alternatif lain dalam rangka melakukan inovasi-inovasi pembelajaran sesuai dengan KBK, (3) memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kompetensi bernalar dan kompetensi melakukan komunikasi matematik, dalam suasana belajar yang tidak membosankan, sehingga mereka merasa termotivasi untuk belajar Matematika selanjutnya dan tumbuh sikap positif terhadap Matematika, (4) memberikan kesempatan bagi dosen untuk mendalami permasalahan-permasalahan pembelajaran Matematika yang terjadi di sekolah sehingga dapat dilakukan suatu upaya untuk melakukan inovasi-inovasi pembelajaran yang dapat diteruskan kepada mahasiswa sebagai calon guru, dan (5) sebagai bahan masukan bagi para teoretisi dan praktisi pendidikan dalam upaya mengembangkan kurikulum dan hasil belajar Matematika SMP.

Untuk sekedar mempelajari dan tambahan referensi klik disini guna menyimpan Contoh PTK Matematika diatas filetype:doc secara lengkap di kompi Sobat.

Itulah tadi posting tentang Contoh PTK Matematika SMP. Terimakasih atas kunjungannya di blog Kumpulan Contoh PTK, n jangan lupa berbagi di Twitter atau Facebook sobat ya.. biar blog ini selain bermanfaat juga lebih terkenal lagi he he he. wassalam.

Apakah Blog ini bermanfaat..?

Jika Sobat merasa blog ini bermanfaat, jangan lupa like dan +1 nya Sob. Terimakasih