Contoh PTK Matematika

Selamat datang di blog kumpulan Contoh PTK dan Proposal PTK. Berikut ini adalah posting tentang Contoh PTK Matematika dengan Judul "Penggunaan Media Model Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Matematika" yang disusun oleh Ibu Hasnah Prabandari (FKIP-UT Surakarta). sebelumnya : Contoh PTK Biologi. semoga bermanfaat

PENGGUNAAN MEDIA MODEL UNTUK MENINGKATKAN
HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA
SISWA  KELAS  IV  SD  NEGERI  KRAJAN  04
K E C A M A T A N  G A T A K
KABUPATEN SUKOHARJO
TAHUN 2010

NAMA : HASNAH PRABANDARI
NIM : 817330341
POKJAR : SUKOHARJO B
PROGRAM STUDY : S1 PGSD

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ-UT SURAKARTA
2010

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, Hidayah serta Inayah-Nya. Sehingga penulis dapat menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas untuk memenuhi syarat Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) PGDK 4501 Program S1 PGSD Universitas Terbuka.

Ucapan terima kasih yang tulus penulis sampaikan kepada segenap rekan-rekan dan instansi yang telah memberikan bantuan berupa pikiran, tenaga, materi serta fasilitasnya sehingga laporan ini dapat berjalan dengan lancar.
Penulis juga mengucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
  1. Universitas Terbuka yang telah memberikan fasilitasnya.
  2. Dosen S1 PGSD UT UPBJJ Surakarta selaku pembimbing yang telah membimbing penulis untuk membuat laporan ini.
  3. Kepala Sekolah SDN Krajan 04 Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melanjutkan studi ke jenjang S1.
  4. Teman sejawat yang telah membantu pelaksanaan penelitian.
  5. Semua pihak yang telah membantu terlaksananya penyusunan laporan ini.
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan laporan ini masih banyak kekurangannya, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun yang diharapkan.

Sukoharjo, 28 April 2010
Penulis

HASNAH PRABANDARI
NIM : 817330341


A. LATAR BELAKANG MASALAH
Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakan. Oleh karena itu guru harus memikirkan dan membuat perencanaan secara seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar mengajar bagi siswanya dan memperbaiki kualitas mengajarnya.

Menurut Deci dan Ryan, guru adalah membantu siswa mengubah persepsi yang negative terhadap belajar dan belajar menjadi menyenangkan, karena di dalam proses pembelajaran matematika merupakan pelajaran yang paling penting dan disegani siswa dan tidak heran matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit. Banyak siswa yang memiliki nilai matematika yang rendah di banding dengan pelajaran lain, ini disebabkan oleh rendahnya motivasi belajar siswa dalam pelajaran matematika dan banyak anak yang belum hafal dasar pengerjaan hitung khususnya penjumlahan dan pengurangan.

Karena adanya kendala tersebut dalam mengerjakan matematika pada umumnya memerlukan waktu yang cukup lama dan sering kekurangan waktu. Agar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, strategi yang dipilih guru dalam belajar mengajar hendaknya mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.

Menurut De Cecco dan Grawford (1974) ada 4 peranan guru untuk memberikan dan meningkatkan motivasi siswa :
  1. Membangkitkan semangat siswa
  2. Memberikan harapan yang realitas
  3. Memberikan insentif berupa penghargaan, pujian, hadiah atau kata-kata yang manis.
  4. Memberi penghargaan.
Dalam proses pembelajaran matematika masih banyak dijumpai guru yang tidak pernah menerapkan pemilihan media model untuk melatih dasar pengerjaan hitung penjumlahan dan pengurangan dalam pecahan, sehingga banyak dijumpai siswa yang tidak dapat mengoperasionalkan penjumlahan dalam pecahan. Dikarenakan kurangnya contoh konkrit (model) yang diberikan guru dalam latihan-latihan pelajaran matematika.

Kesiapan siswa hanya dapat dicapai berkat adanya usaha belajar dan latihan (Zahara Idris dan Lisna Jamal 1992:7). Kesiapan disini meliputi sejumlah perkembangan intelektual sensorik-motorik, kebutuhan dan berbagai kemampuan serta cita-cita yang menyebabkan seseorang dapat menanggapi sesuatu dari pada yang lain. Penggunaan media model merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pencapaian kesiapan belajar siswa dalam pembelajaran matematika.

Pengalaman dari penulis dalam melaksanakan proses pembelajaran matematika tidak menggunakan media model pembelajaran kurang berhasil, terbukti dari 14 siswa kelas IV SD Negeri Krajan 04 hanya 4 siswa atau 29% yang mencapai standar KKM (65) dan 10 siswa atau 71% siswa belum mencapai standar nilai KKM. Dari data ini penulis mengadakan perbaikan dengan menggunakan media model agar nilai siswa mengalami perubahan yang lebih baik dan mencapai prestasi.

B. RUMUSAN MASALAH
IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan oleh penulis tentang masalah diatas, dapat diidentifikasi berbagai masalah sebagai berikut :
  1. Penerapan penggunaan media model.
  2. Pengaruh media model dalam prestasi belajar.
  3. Waktu penggunaan media model yang tepat.
  4. Latihan dengan menggunakan media model dapat meningkatkan hasil belajar.

ANALISIS MASALAH
Mengingat banyaknya masalah tersebut dan agar analisis masalah terarah, lebih praktis dan efisien serta kemampuan penulis yang terbatas maka perlu adanya pembatasan masalah sebagai berikut :
  1. Pengaruh penggunaan media model terhadap hasil belajar.
  2. Waktu yang tepat dalam pelaksanaan penggunaan model.
Berdasarkan hasil analisa dari realita tersebut, maka dapat dirumuskan dengan rumusan masalah sebagai berikut :
  • Bagaimana cara meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan media model ?

C.    TUJUAN PERBAIKAN
Dengan penulisan laporan ini untuk meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran matematika dengan tujuan untuk :
  • Penggunaan media model dalam pembelajaran penjumlahan pecahan.
  • Menganalisa dampak penggunaan media model dalam operasi penjumlah pecahan terhadap hasil belajar siswa.

D.    MANFAAT PERBAIKAN
Manfaat dari laporan ini, diharapkan semoga berguna bagi :
a. Siswa
Upaya meningkatkan minat belajar siswa dengan senang dan tidak menganggap pelajaran matematika pelajaran yang sulit sehingga dapat memperoleh nilai yang baik.

b. Guru
Untuk meningkatkan kinerja guru dalam proses belajar mengajar.

c. Sekolah
Dapat memberikan umpan balik bagi siswa sekolah dalam meningkatkan mutu dan kwalitas pendidikan.


BAB II
KAJIAN TEORI

Untuk menjawab permasalahan diatas, berikut ini diuraikan tinjauan teoritis yang berkaitan dengan meningkatkan hasil belajar menggunakan media model.
  • Belajar adalah     suatu proses dimana suatu organisma berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman (Gagne, 1984).
  • Media adalah     perantara sumber pesan (source) dengan penerima pesan (receiver) (Heinick, 1982).
  • Model adalah     media tiga dimensi yang sering digunakan dalam kegiatan pembelajaran (strategi Belajar Mengajar, Pusat Penerbit UT, 2004 : 516).
Jadi, yang dimaksud dengan meningkatkan hasil belajar menurut penulis adalah usaha guru untuk meningkatkan hasil dari belajar siswa dalam mata pelajaran matematika melalui media model secara konkrit sehingga siswa akan selalu siap menghitung penjumlahan pecahan secara tepat dan cepat. Ini akan mempermudah siswa dalam menyelesaikan bentuk soal pecahan dalam matematika.

Penggunaan media model ini merupakan usaha yang dilakukan guru untuk mencapai tingkat kecakapan siswa dalam mata pelajaran matematika. Khususnya dasar hitung penjumlahan. Melalui penggunaan media model yang berulang-ulang dapat bermanfaat untuk melatih kemampuan tiap siswa khususnya daam menghitung penjumlahan bentuk pecahan sampai diluar kepala, karena kesiapan siswa hanya dapat dicapai berkat adanya belajar dan latihan (Zakaria Idris dan Usman Jamal, 1992 : 72).

Untuk mencapai kesiapan belajar siswa mata pelajaran matematika ini ditempuh dengan cara menggunakan media model konkrit berupa buah-buahan yang dapat dilakukan guru pada tiap pelajaran matematika. Sehingga siswa akan lebih jelas dan nyata dalam pemahamannya tentang pecahan.

Setiap kali ada jam pelajaran matematika, dalam penerapannya guru selalu mengawali dengan latihan penjumlahan pencahan (dengan buah-buahan) yang dimulai dari angka yang sederhana dan semakin hari semakin ditingkatkan kesukarannya.

Dengan demikian setelah siswa menerima latihan dengan media model akan mengalami perubahan yang dimungkinkan dapat meningkatkan hasil belajarnya dalam mata pelajaran matematika.

Selengkapnya mengenai Contoh PTK Matematika SD diatas, silakan sobat baca disini.

Itulah tadi posting tentang Contoh PTK Matematika SD. Semoga bermanfaat

Apakah Blog ini bermanfaat..?

Jika Sobat merasa blog ini bermanfaat, jangan lupa like dan +1 nya Sob. Terimakasih